Cara Mengatasi Kerusakan Serat Benang Baju yang Berwarna

Secara misterius masalah ini biasanya terjadi pada kemeja pria yang terbuat dari bahan katun. Perubahan terjadi pada beberapa bagian tertentu yang sebenarnya serat benangnya sudah berwarna kuat. Tetapi kemudian warna kemeja baik yang bermotif kotak-kotak ataupun yang bermotif garis-garis menjadi memudar atau bahannya menjadi lebih cepat sobek setelah diproses cuci.

Sepintas kerusakan pada bagian tertentu tersebut terlihat seperti warna yang luntur. Namun dalam beberapa penelitian yang lebih mendalam, terungkap bahwa pada struktur anyaman bahan ternyata hanya serat benang tertentu yang luntur atau hilang warnanya, keluar meninggalkan struktur anyaman dengan benang yang berwarna putih atau yang berwarna lebih muda.

Zat pewarna yang digunakan untuk jenis bahan kemeja tertentu adalah zat pewarna serat benang yang bersifat reaktif, yaitu yang sensitif terhadap zat asam. Jenis zat pewarna semacam ini tidak tahan dalam proses pencucian komersial yang selalu memakai zat penetral berupa sour yang secara tradisional berbasis asam. Proses penetralan (souring) pHnya sekitar 5,5 (pH 7,0 adalah netral) dilakukan pada tahap akhir setiap proses pencucian pakaian secara komersial. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh IFI (International Fabricare Institute di Amerika Serikat), maka kelebihan zat asam yang tersisa dalam kain akan secara reaktif mempengaruhi zat pewarna serat benang dan kemudian akan berpengaruh pada komposisi konstruksinya dengan cepat.

Dalam penelitian tersebut terlihat bahwa degradasi perubahan warna dan kekuatan konstruksi serat benang yang cepat dapat dihindari atau dicegah jika pada akhir proses pencucian pH airnya mendekati 6,5. Proses penetralan (souring) yang mendekati pH netral dapat dilakukan dengan proses pembilasan yang tepat, selain juga dengan mengurangi pemakaian jumlah zat asam yang digunakan dalam proses pencucian.

Cara lain untuk mencegah kerusakan kain secara dini adalah melakukan proses penetralan dengan sour yang tepat pada tahap pembilasan untuk menetralkan sifat basa.

Ada beberapa kemungkinan untuk mengatasinya. Perusahaan jasa laundry yang profesional selalu memperhatikan dengan serius tentang masalah ini sejak dulu, dengan melakukan modifikasi proses pencucian agar dapat menghasilkan cucian yang maksimal. Jika petugas laundry tidak melakukan modifikasi seperti yang telah ditentukan perusahaan, kemudian terjadi kerusakan pada saat melakukan proses pencucian, maka ia harus bertanggung-jawab sepenuhnya.

Kerusakan semacam ini secara progresif dapat terjadi setelah kemeja di proses cuci berulang-kali dari waktu ke waktu. Pengujian pH menunjukkan bahwa jika kemeja telah dicuci dengan benar, maka masa siklus umur cucian adalah 50 kali cuci atau kurang lebih sekitar dua tahun; jika kurang dari itu maka pabrik pembuatnyalah yang harus bertanggung-jawab.

Kerusakan warna kemeja yang sudah terjadi tidak akan bisa diperbaiki.

Referensi : Buletin IFI, September 2000

Editing by H. Santosa Budhi HP C.L.M, M.B.A
Laundry Trainer & Expert Laundry

1 thoughts on “Cara Mengatasi Kerusakan Serat Benang Baju yang Berwarna

Comments are closed.

Chat Now!
Butuh Bantuan?
Hi, ada yang bisa kami bantu?