Permasalahan Kain Daur Ulang

Sekarang ada kain yang seluruhnya terbuat dari hasil daur ulang botol plastik. Tekstil yang terbuat dari proses daur ulang saat ini dimanfaatkan pula untuk membuat pakaian luar, alat-alat olahraga, koper, dan alas kaki, juga dapat dijadikan barang-barang keperluan rumah tangga.

Program kain hasil daur ulang dianggap sukses. Secara berkesinambungan kaleng, botol, kertas, tekstil, dan plastik didaur ulang dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga memungkinkan produsen dapat mengembangkannya menjadi produk-produk yang dapat digunakan lagi. Jenis kertas yang banyak tersedia dipasaran (seperti alat tulis dan kemasan pembungkus barang), sebagian terbuat dari bahan-bahan hasil daur ulang.

Kaleng aluminium diubah menjadi bahan pelapis bersifat aluminis yang dipakai untuk mengisolasi dan meningkatkan daya tahan kain. Sekarang ada kain yang seluruhnya terbuat dari hasil daur ulang botol plastik.
Setiap yard (1 yard sekitar 91.2 m) kain membutuhkan delapan botol plastik daur ulang ukuran dua liter yang diambil dari tempat sampah. Serat polyethylene terephthalate (PET), dan serat polymer yang digunakan untuk membuat botol plastik, juga digunakan untuk membuat serat polyester. Botol-botol plastik bekas tersebut dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dilelehkan menjadi serat-serat pijar (filament). Serat-serat tersebut kemudian dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain rajut atau jenis lain sesuai dengan yang diinginkan. Selanjut serat-serat yang telah menjadi bahan polyester tersebut diberi warna sebagaimana mestinya.
Tekstil yang terbuat dari proses daur ulang saat ini dimanfaatkan pula untuk membuat pakaian luar, alat-alat olahraga, koper, dan alas kaki, juga dapat dijadikan barang-barang keperluan rumah tangga.

Permasalahan dan Tanggung Jawab

Jika pakaian tidak diberi label yang menyebutkan bahwa bahannya terbuat dari bahan daur ulang, maka petugas yang mencuci tidak akan tahu.
Hasil tes menunjukkan bahwa kain jenis ini bila dibakar akan berbau manis seperti gula yang dibakar dan membentuk benjolan keras seperti hasil bakaran serat polyester pada umumnya.
Uji kain contoh yang terbuat dari bulu angsa hitam dengan mencucinya secara laundry dan dry clean. Cuci sampel kain tersebut sebanyak tiga kali dengan mesin cuci rumah tangga, memakai air hangat pada siklus permapress, kemudian keringkan dengan mesin pengering.Sedangkan sampel yang lain diproses cuci secara dryclean tiga kali dalam mesin dry clean kapasitas sekitar 18 kg kemudian keringkan pada suhu sekitar 60 Degree Celcius Bahan ini sangat tahan warnanya, baik jika dicuci dengan air maupun dicuci dry clean. Perubahan dimensi, seperti penyusutan, terjadi pada kedua jenis proses pencucian tersebut. Semua pengujian tekstil hasil daur ulang yang dilakukan, adalah seperti yang dilakukan untuk pengujian tekstil jenis polyester. Hasil pencucian hanya mungkin bermasalah jika pakaian tidak dilengkapi dengan label instruksi yang menjelaskan jenis serat benang yang dipakai serta cara pencuciannya yang benar. Suhu yang terlalu tinggi pada saat proses pengeringan atau penyetrikaan akan menyebabkan serat lumer. Setiap jenis pakaian yang tidak dilengkapi label cara pencucian, sebaiknya harus dites dulu untuk mengetahui jenis serat benang dan ketahanan warnanya.

Penghilangan Noda

Untuk pakaian yang dicuci dry clean : gunakan solvent dry clean, obat spotting untuk noda berminyak (OTPR-oily type paint remover), atau minyak getah pisang (amyl acetate) sehingga tidak menimbulkan masalah.
Perhatian : Bahan kain jenis ini ada yang dilapisan anti air yang justru mungkin akan rusak jika terkena obat penghilang noda untuk noda-noda minyak. Untuk pakaian yang dicuci air : gunakan prosedur penghilangan noda yang normal.

Dry Cleaning

Ikuti petunjuk cara perawatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Jika tidak ada label instruksi, lakukan tes ketahanan lapisan dan ketahanan warnanya dengan solvent terlebih dulu sebelum diproses cuci dry clean.

Wet Cleaning

Ikuti petunjuk cara perawatan yang direkomendasikan pabrik pembuatnya. Tes ketahanan warna dan sebagainya sebelum diproses cuci wetcleaning.

Penyeterikaan

Bahan polyester daur ulang dapat diseterika dengan setrika uap. Perhatian: Jika produsen menyarankan harus disetrika dengan suhu rendah, maka setrika uap yang bersuhu tinggi akan dapat menyebabkan kerusakan.

Referensi : Majalah FABRICS & FASHIONS

Editing by H. Santosa Budhi HP C.L.M, M.B.A
Laundry Trainer & Expert Laundry

Chat Now!
Butuh Bantuan?
Hi, ada yang bisa kami bantu?