Kain sutera pintal dibuat dari serat sutra asli yang pendek, umumnya dibuat pakaian jas pria dan blazer wanita. Beberapa jenis bahan pewarna sutera dapat luntur jika dicuci air ataupun dicuci drycleaning, sehingga penampilannya tampak kusam atau bergaris-garis.
Istilah “sutra pintal” timbul karena benangnya dibuat dari serat sutra asli yang pendek. Serat sutera asli yang pendek diproduksi jika ulat sutera diperbolehkan keluar dari kepompong, sehingga memutus filamen-filamen yang panjang menjadi serat-serat pendek. Benang sutra pintal juga diproduksi dari serat-serat pendek yang terdapat pada bagian awal dan akhir sama seperti serat (sutera sisa) yang terkumpul disekitar mesin pemroses. Kain sutera pintal umumnya dibuat pakaian jas pria dan blazer wanita.
Permasalahan dan Pencegahannya
-
Warna yang luntur : Beberapa jenis bahan pewarna sutera dapat luntur jika dicuci air ataupun dicuci drycleaning, sehingga penampilannya tampak kusam atau bergaris-garis. Produsen menjamin bahwa pakaian tidak akan bermasalah jika diproses sesuai dengan label perawatannya. Namun jika pakaian diproses dengan cara lain kemudian rusak, tentu produsen tidak akan mau bertanggung jawab.Beberapa langkah perbaikan yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan merendamnya didalam minyak mineral mandi (enam sampai sepuluh ons minyak mineral untuk setiap galon solvent).
-
Rapuh : Gesekan atau abrasi pada permukaan kain sutra pintal yang terjadi pada saat pakaian dipakai atau dicuci akan menyebabkannya rapuh atau pudar warnanya. Beberapa langkah perbaikan yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan merendamnya didalam minyak mineral mandi. Kerapuhan yang parah dapat terjadi ketika kain disikat dalam kondisi basah dalam upaya untuk menghilangkan noda-nodanya. Kerusakan ini lebih disebabkan karena teknik menghilangkan noda yang tidak benar.
-
Kusam : Kusamnya permukaan kain bisa disebabkan karena sistim pewarnaan pada sutra pintal yang lebih cepat memudar. Periksa semua bagian pakaian yang bahannya memudar. Jika terjadi pada pakaian yang relatif baru, maka produsen yang harus bertanggung jawab.
-
Tekstur yang kasar atau keras : Abrasi atau rusaknya proses finishing dapat menyebabkan permukaan kain terasa kasar atau keras. Kondisi semacam ini dapat diperbaiki dengan merendamnya dalam minyak mineral atau dengan prosedur finishing. Jika tidak bisa diperbaiki, produsen harus bertanggung jawab.
-
Mekanik: Pukul-pukul ringan dengan sikat. Gunakan semprotan uap (steam gun) dengan jarak antara empat sampai enam inci di atas kain dari sisi kanan untuk menghindari agar warnanya tidak hilang atau pudar.
-
Menghilangkan noda untuk pakaian yang dicuci dry clean (dry side) : Gunakan spotting chemical dry clean agar aman. Lakukan tes cuci ketahanan warnanya terlebih dulu untuk jenis pakaian yang dicuci air sebelum menggunakan spotting chemical dry clean.
-
Menghilangkan noda untuk pakaian yang dicuci air (wet side) : Memakai air- hendaknya hati-hati terhadap ketahan zat pewarnanya atau zat perekatnya mungkin memerlukan perawatan ekstra; bersihkan segera bekas obat spotting dengan air atau uap kemudian dikeringkan terlebih dulu sebelum diproses cuci, untuk menghindari kemungkinan terjadinya kelunturan atau kerusakan bahan; letakkan handuk di bawah kain untuk mencegah agar warnanya tidak menyebar dan untuk meminimalkan kejenuhan kain.
Gunakan presspotters alkali, spotters berprotein, dan amonia dengan hati-hati; semprot dengan uap dan netralisir dengan asam ringan seperti asam asetat 28 % atau formula tanin. Hilangkan cincin-cincin noda dengan cara mengeringkan cepat-cepat bagian yang telah dihilangkan nodanya tadi dari tepi luar menuju pusat area basah.
Metode Pencucian menggunakan Dryclean
-
Klasifikasi: Berdasarkan berat dan warna.
-
Siklus proses pencucian : Cuci pakaian yang berwarna gelap selama 3 sampai 5 menit dan pakaian yang berwarna terang selama 6 sampai 8 menit; tidak boleh ada tambahan kelembaban.
-
Suhu pengeringan : Suhu rendah antara 48 Degree Celcius sampai 54 Degree Celcius.
-
Pencucian: Kurangi bantingan; sangat dianjurkan dicuci tangan . Gunakan sabun lembut atau deterjen non alkali untuk menghindari perubahan warna. Jangan gunakan klorin pemutih. Pakaian jangan diplintir atau diperas.
-
Pengeringan: Keringkan pakaian dengan cara digantung dan diangin-angin.
-
Perhatian: Warna yang luntur atau pudar yang parah, mungkin terjadi karena perendaman yang terlalu lama.
-
Penyetrikaan : Mesin press yang panas di chest bagian atas atau dengan mesin press yang dikombinasi dengan semprotan air dan setrika tangan uap.
-
Suhu: Disarankan selalu menyetrika bahan sutera dengan suhu sedang.
-
Petunjuk: Untuk menghilangkan kerutan-kerutan pakaian, sebaiknya gunakan semprotan air, sebelum pakaian disetrika.
Laundry Trainer & Expert Laundry


