Tips Mencuci Tirai

Tirai termasuk salah satu produk tekstil perlengkapan rumah tangga yang jarang sekali dicuci. Karena umumnya dicuci jika akan ada suatu acara tertentu saja. Bahkan seperti apapun kondisi tirainya, nyaris tidak pernah dilirik dan nyaris dilupakan kebersihannya. Padahal mencuci tirai bukanlah pekerjaan yang sulit karena dapat dilakukan dengan mudah.

Ketika mengatur rumah, kita sering dibikin pusing ketika harus memilih dan menentukan tirai jendela yang tepat. Bagaimanapun juga kita harus memilih tirai yang baik bahan maupun warnanya selaras dengan warna dinding, warna sofa dan barang-barang lain dalam ruangan tersebut. Belum lagi cara menggantung yang harus dilakukan. Tirai jarang sekali dicuci, biasanya dicuci terutama jika akan ada suatu acara. Bahkan kondisi tirai pun nyaris tidak pernah dilirik dan nyaris dilupakan kebersihannya. Akhirnya tirai menjadi sangat kotor, dibuang dan beli lagi yang baru. Dari pada membeli tirai baru, tirai lama yang sudah suram dapat dicuci lagi, sehingga dapat lebih menghemat keuangan keluarga. Mencuci tirai bukanlah pekerjaan yang sulit karena dapat dilakukan dengan mudah, dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

Beberapa Tips Mencuri Tirai :

  • Periksa kain tirai, apakah bahannya berat atau ringan. Jika tirai terbuat dari kain ringan, seperti katun atau sutra, goyangan-goyangan yang lembut cukup dapat menjaga kebersihannya. Juga dapat divakum secara teratur, agar tetap bersih dan bebas kotoran. Sebelum mencuci tirai lihat metode pencuciannya yang terdapat pada tag/labelnya informasi tentang proses pencuciannya yang tepat untuk masing-masing tirai tersebut.

  • Jika tirai terbuat dari katun atau linen dapat dicuci setiap minggu dengan mesin cuci dan jalankan dengan putaran pelan atau lembut. Pengeringannya dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari. Jika tirainya berwarna-warni, sebaiknya dijemur ditempat teduh atau diangin-angin saja dan hindari dari sinar matahari. Pastikan semua tirai yang dirapikan memang telah benar-benar kering.

  • Jika tirai perlu harus dicuci dry-cleaning, tetapi kemampuan terbatas untuk bisa mencucinya secara rutin, ada satu cara lain. Goyang-goyangkan tirai itu agar debu-debunya keluar sebanyak mungkin atau gunakan vacuum cleaner untuk menyedotnya. Kemudian semprot dengan penyemprot uap (vertical steamer) pada seluruh permukaan tirai tersebut, agar kuman-kumannya mati dan menjadikan segar penampilannya.

  • Gunakan sikat berbulu untuk membersihkan tirai setiap hari. Mulai dari bagian atas sampai bagian pangkal. Jika dibersihkan mulai dari bawah, maka debu-debu dari bagian atas akan jatuh kebagian bawah, menutupi permukaan sehingga tirai kotor lagi. Lakukan hal yang sama pada kedua sisinya.

  • Lakukan uji kebersihan dengan cara mencium setiap minggu. Mencium tirai maksudnya untuk memastikan apakah berbau segar atau sudah basi. Sebagian orang ada yang menyemprotnya dengan penyegar. Jangan gunakan penyegar yang mengandung kimia, karena bahan kimia akan melemahkan atau bahkan dapat menghitamkan kain.

  • Ketika mencuci tirai, jangan lupa cuci cincin tirainya juga. Jika cincin tirai telah berkarat dan kotor, rebus dalam air yang telah diberi cuka dapur secukupnya. Air cuka akan menghilangkan karat dan menjadikannya bersinar kembali. Batang tirai juga perlu dibersihkan secara teratur.

  • Jika tirai terbuat dari kain yang sensitif, jangan tempatkan pada jendela yang terkena sinar matahari langsung. Jika tidak bisa dihindari, tempatkan lapisan pelindung sinar matahari (liner) di belakangnya. Pelindung sinar matahari tersebut juga dapat ditempatkan pada jendela manapun.

  • Jika tirai terbuat dari kain yang sangat mahal, maka lebih baik diserahkan kepada perusahaan jasa pencucian dry clean yang professional. Karena bila dicuci sendiri bisa jadi mungkin malah rusak.

Editing by H. Santosa Budhi HP C.L.M, M.B.A
Laundry Trainer & Expert Laundry

Chat Now!
Butuh Bantuan?
Hi, ada yang bisa kami bantu?