Cara Mencuci Gaun Pengantin Part 1

Perlu hati-hati untuk menangani pencucian gaun pengantin. Apa lagi jika gaun pengantin itu merupakan pusaka keluarga. Penting untuk mengetahui berapa umurnya, dimana dan bagaimana cara penyimpanannya. Ada beberapa gaun pengantin yang jika dicuci air akan luntur atau berubah ukurannya. Sebelum memutuskan apakah suatu gaun pengantin aman atau tidak jika dicuci air, maka seperti halnya ketika akan melakukan proses pencucian drycleaning, penting untuk benar-benar melakukan pemeriksaan dengan teliti dan cermat. Jenis-jenis bahan satin, taffeta, dan sejenisnya yang terbuat dari serat asetat cenderung akan kusut dan menyusut jika dicuci dengan air.

Yang Diharapkan :

Perhatikan apa yang diinginkan konsumen pada saat menerima gaun pengantin yang akan dicuci. Periksa dengan teliti dan jangan lupa beritahukan dengan lengkap dan jelas segala potensi negatif yang mungkin terjadi, misalnya susut, perubahan tekstur, dan kelainan bagian lipatan pinggir pakaian dsb.
Jika gaun pengantin merupakan pusaka keluarga, maka penting untuk diketahui berapa umurnya, dimana dan bagaimana cara penyimpanannya. Karena hal ini amat membantu untuk menentukan (bilamana ada) apa yang menyebabkan terjadinya perubahan warna.

Konsumen perlu diberikan pemahaman bahwa gaun tua atau gaun yang telah disimpan dalam jangka waktu lama (dengan tanpa pernah dicuci atau dibersihkan), maka kemungkinan untuk mengembalikan keaslian warna putihnya pada saat proses pencucian akan sulit dilakukan. Karena telah terjadi perubahan warna secara keseluruhan pada serat benang pakaian tersebut, sebagai akibat dari adanya suatu noda tertentu, baik berupa noda lama yang belum bisa dihilangkan, maupun yang diakibatkan oleh adanya noda lain setelah pakaian dicuci.

Informasikan segala sesuatu yang menyangkut kelainan atau perbaikan yang perlu dilakukan sebelum gaun tersebut dicuci. Pastikan bahwa telah terjadi kesepakatan dan pemahaman dengan pemilik pakaian, sehingga tidak akan menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

Menentukan Cara Pencucian Yang Terbaik :

Sebelum memutuskan apakah suatu gaun pengantin aman atau tidak jika dicuci air, maka seperti halnya ketika akan melakukan proses pencucian drycleaning, penting untuk benar-benar melakukan pemeriksaan dengan teliti dan cermat apakah gaun pengantin tersebut :

  • Ada bagian yang telah sobek, ada bekas tetesan noda tertentu yang telah mengering, ada kerusakan pada rendanya, apakah kondisi dan kelengkapan manik-maniknya ada yang meragukan, apakah lipatan pinggir jahitan dekoratifnya telah ada yang rusak dsb.
  • Periksa informasi kandungan serat benangnya dibagian luar, dibagian lapisan dalam, konstruksi detailnya, dsb.
  • Adakah telah terjadi perubahan warna yang diakibatkan oleh karena suatu noda tertentu, karena cara penyimpanan, atau karena terkena paparan cahaya dalam waktu yang relatif lama, dsb.
  • Periksa semua kancing dan bagian lain penutup gaun pengantin tersebut.

Banyak gaun pengantin yang mungkin tidak disertai dengan label instruksi cara perawatannya. Kadang-kadang ada label instruksi yang sengaja dilepas dulu selama diperbaiki, tetapi lupa tidak dipasangkan kembali. Ada juga gaunpengantin yang mungkin dibuat oleh penjahit rumahan atau custom-made dengan bahan yang disediakan oleh konsumen, sehingga tidak ada kewajiban harus ditempeli label cara perawatannya.

Sebelum dicuci atau dibersihkan dengan cara apapun, maka sebaiknya penting untuk menguji terlebih dulu ketahanan bahannya. Lakukan tes tersebut dibagian yang tidak menyolok dengan cara membasahinya dengan air biasa yang telah dicampur beberapa tetes deterjen sintetis yang netral. Pegang kain antara jari-jari kemudian tarik perlahan-lahan. Jika serat benang terlihat mulai akan sobek atau robek, sebaiknya jangan dicuci lebih lanjut. Semua komponen yang terdapat pada suatu gaun pengantin sebaiknya juga harus diuji kekuatannya.
Kandungan dan konstruksi serat benang, serta tahap akhir proses pembuatan bahannya akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah gaun pengantin tersebut dapat dicuci air atau tidak.

Acetate

Jenis-jenis bahan satin, taffeta, dan sejenisnya yang terbuat dari serat asetat cenderung akan kusut dan menyusut jika dicuci dengan air. Ada beberapa gaun pengantin yang jika dicuci air akan luntur atau berubah ukurannya. Jika ada gaun pengantin yang bernoda banyak dan noda-noda tersebut hanya bisa dihilangkan dengan air, maka gunakan air yang banyak (high water level – jika dicuci dalam mesin cuci), kemudian diperas sebentar dengan putaran rendah (very gentle spin).
Beberapa gaun pengantin yang terbuat dari bahan asetat akan kusut atau mengkerut, dan tidak dapat dilicinkan lagi ketika disetrika. Jika tidak ada komponen yang diperkirakan akan rusak jika dicuci dry clean, maka sebaiknya pakaian tersebut dicuci dryclean.

Katun

Kain katun, seperti halnya kain pike dan satin, kemungkinan bisa menyusut jika dicuci dengan air.

Nylon/Polyester

Gaun pengantin yang terbuat dari bahan nilon atau polyester umumnya aman dicuci air. Perhatikan lipatan tepi bahan yang diperkirakan akan rusak karena adanya agitasi dalam mesin cuci. Lipatan tepi bahan yang diberi lem sebaiknya harus di tes dulu ketahanannya dengan cara dikucek-kucek dalam air yang telah diberi deterjen. Porsi deterjen yang digunakan untuk tes tersebut sebaiknya sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat oleh produsennya.

Rayon

Gaun pengantin yang terbuat dari serat rayon seringkali menjadi susut dan menjadi lemas setelah dicuci wet clean. Beberapa tali dan kain bordir yang terbuat dari serat rayon, dapat menyusut pada beberapa bagian tertentu, karena dicuci dengan air.

Sutera

Gaun pengantin yang terbuat dari serat sutra seperti shantung, doupioni, taffeta, satin yang semula permukaannya terlihat licin bekas setrika, bisa kemudian tidak lagi kelihatan licin, bahkan mungkin menjadi sulit licin kembali. Cara terbaik adalah dengan mencucinya secara dryclean. Kecuali jika ada noda atau ada kelunturan warna dari pakaian lain yang hanya dapat dihilangkan dengan air. Atau jika dipakaian tersebut ada asesoris manik-manik dan payet yang dipastikan bisa rusak jika dicuci dryclean.

Krep

Kain krep yang terbuat dari sutra, rayon, asetat, kapas, atau wool, seperti kertas krep yang berlatar belakang satin, matelasse, crepe de chine, dan krep sifon, bisa menyusut dan sulit untuk kembali pada ukuran aslinya jika dicuci air.

Disain Timbul dan Disain Kerut

Kain yang motifnya dibuat timbul (embossed) yang diterapkan pada kain, mempunyai desain tiga dimensi bentuk ukiran yang melingkar-lingkar. Pola timbul bisa terdiri dari sejumlah desain yang berbeda, misalnya bentuk geometris, bunga dsb. Polyester dan kain lainnya yang sensitif terhadap suhu panas, bisa di set agar menjadi tahan jika disetrika dengan suhu tinggi. Resin harus diberikan pada tahap akhir proses pembuatan kain yang terbuat dari serat katun, rayon, dan serat selulosa lainnya agar desain timbul yang dibuat bisa tahan lama.
Tes dengan air dan deterjen sintetik yang netral dibagian pakaian yang tersembunyi, kemudian dilanjutkan dengan pembilasan dan pengeringan secara menyeluruh, sebelum pakaian dicuci dengan air. Kain embossed harus disetrika dengan sekedar atau tanpa ditekan untuk menghindari desain yang dibuat timbul tadi menjadi rata.

Referensi : Buletin IFI, July 2002

Editing by H. Santosa Budhi HP C.L.M, M.B.A
Laundry Trainer & Expert Laundry

Chat Now!
Butuh Bantuan?
Hi, ada yang bisa kami bantu?