Cara Mencuci Gaun Pengantin Part. 2

Perlu hati-hati untuk menangani pencucian gaun pengantin. Apa lagi jika gaun pengantin itu merupakan pusaka keluarga. Penting untuk mengetahui berapa umurnya, dimana dan bagaimana cara penyimpanannya. Ada beberapa gaun pengantin yang jika dicuci air akan luntur atau berubah ukurannya. Sebelum memutuskan apakah suatu gaun pengantin aman atau tidak jika dicuci air, maka seperti halnya ketika akan melakukan proses pencucian drycleaning, penting untuk benar-benar melakukan pemeriksaan dengan teliti dan cermat. Jenis-jenis bahan satin, taffeta, dan sejenisnya yang terbuat dari serat asetat cenderung akan kusut dan menyusut jika dicuci dengan air.

Menghilangkan Noda :

Noda yang umum terdapat di gaun pengantin antara lain noda minuman, keringat, kosmetik, dan jenis-jenis noda tanah.

Chemical yang digunakan untuk menghilangkan noda minuman :

Deterjen sintetis yang netral
Asam asetat 28% / tannin formula
Formula pencucian umum
Penghilang noda karat (rust remover)
Pemutih (bleach) yang mengandung 3% hidrogen peroksida (tes ketahanan warnanya terlebih dulu sebelum digunakan)

Chemical yang digunakan untuk menghilangkan noda keringat :

Deterjen sintetis yang netral
Amonia 28%
Zat pencerna
Pemutih (bleach) yang mengandung 3% hidrogen peroksida (gunakan hanya untuk tes ketahanan warnanya)

Chemical yang digunakan untuk menghilangkan noda bekas kosmetik :

Banyak produsen yang memroduksi obat untuk menghilangkan noda berminyak dan kosmetik yang aman digunakan dalam sistim pencucian yang mempergunakan air. Setiap kali mencuci gaun satin, sebaiknya dibalik (yang bagian dalam dikeluarkan) untuk menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan serat benang dipermukaan kain. Jika perlu lakukan penyikatan dari bagian dalam kain satin dengan menggunakan sikat yang berbulu lembut atau tutupi sikat yang bulunya kaku (dari plastik) dengan handuk atau sapu tangan, sikat gigi bisa juga dipergunakan untuk menghilangkan noda-noda kotornya. Semprotan uap dan angin harus berjarak minimal 4 inci (sekitar 10 cm) diatas kain, dengan sudut antara 45 derajat – 60 derajat.
Rendam bagian yang sangat kotor dengan deterjen sintetik yang netral yang sudah dilarutkan dalam air untuk mengeluarkan noda sebelum diproses cuci.

Dicelupkan Dalam Obat Pemutih :

Pencelupan dalam obat pemutih dimaksudkan untuk menghilangkan noda yang menguning, noda bekas keringat, dan beberapa noda bekas minuman. Lakukan tes ketahanan semua komponen yang terdapat pada pakaian sebelum menggunakan pemutih. Untuk kain sutra atau nylon gunakan hidrogen peroksida 3% (6 – 8 ons per galon air). Jangan gunakan perborate natrium atau pemutih klorin.
Untuk menghilangkan noda zat pewarna kain gunakan natrium bisulfit, natrium hidrosulfit, atau titanium stripper. Jangan gunakan hidrosulfit natrium untuk mencuci kain yang mengandung benang logam atau manik-manik yang berlapiskan jenis-jenis logam, guna menghindari terjadinya kerusakan pakaian yang lebih parah.
Mesin wetcleaning dapat diprogram untuk proses pencelupan dengan obat pemutih. Set lamanya waktu perendaman yang diinginkan termasuk waktu interval di mana perputaran akan berbalik arah dengan melanjutkan proses pencucian gaun, pembilasan, dan pemerasan.

Wet Cleaning :

Putaran Rendah Mesin Wetcleaning
Waktu : 17-19 menit (tidak termasuk mengisi dan membuang air).
Kapasitas Muat : Untuk proses wetcleaning maka mesin sebaiknya diisi maksimal 50% dari kapasitas muatnya. Beberapa gaun pengantin ada yang berjurai panjang dan atau penuh dengan rempelan. Untuk menghindari bahan pakaian menjadi lecek, sebaiknya mesin tidak diisi secara berlebihan.
Level air : Tinggi
Suhu : Antara 26 derajat Celcius – 32 derajat Celius (80 derajat Fahrenheit – 89 derajat Fahrenheit).
Waktu Pencucian Utama : 6-9 menit.
Deterjen dan Kondisioner/ Softener dan Ukuran untuk Kain : Ikuti instruksi dari pabriknya.
Pembilasan : Ada yang diprogram untuk dua atau satu kali pembilasan.
Proses Pemerasan/ Ekstraksi : Dengan putaran rendah untuk mencegah terjadinya kerutan, terutama pada kain sutra dan asetat.

Pengeringan :

Gaun harus dikeringkan dengan cepat dalam waktu yang singkat untuk mengaktifkan kondisioner/ pelembut agar lebih mudah disetrika.
Mesin pengering wetcleaning dilengkapi dengan perangkat untuk mengukur retensi kelembaban atau daya hantar (konduktansi), yang akan berhenti ketika kain mencapai retensi kelembaban yang telah diatur lebih dulu. Gantung dan angin-angin gaun tersebut sampai benar-benar kering.

Penyetrikaan :

  • Periksa kondisi gaun yang masih di gantungan sebelum disetrika :

    • Apakah bagian ekor gaun yang panjang tersebut telah benar-benar bersih.

    • Apakah ornamen dan bagian pinggir jahitan masih utuh.

    • Apakah semua noda telah hilang.
  • Tutup lantai dengan kertas atau plastik, agar bagian bawah gaun tidak terkena debu atau kotor.

  • Tes ketahanan panas manik-manik dan payet dengan semprotan uap ringan untuk memastikan bahwa semuanya tidak melengkung atau berubah warna.

  • Bahan satin sebaiknya disetrika dengan mesin wool press yang ada dibagian drycleaning atau disetrika tangan uap.

  • Gunakan kain flannel kapas dua sisi sebagai penutup bagian lipatan jahitan agar tidak mengkilat. Bila ada manik-manik dari logam, maka setrika dari bagian belakang dengan diberi lapisan kain flanel.

  • Mulailah menyetrika dari bagian lengan, bahu, dan korset. Cantolkan di gantungan dan lakukan penyetrikaan dengan cara menyemprotkan uap. Lakukan penyetrikaan pada bagian ekor gaun dan bagian pinggir jahitannya.

  • Jika gaun mempunyai rangkapan dalam atau crinoline, maka rangkapan dalam tersebut harus disetrika terlebih dulu, baru setrika bagian luarnya.

Referensi : Buletin IFI, July 2002.

Editing by H. Santosa Budhi HP C.L.M, M.B.A
Laundry Trainer & Expert Laundry

Chat Now!
Butuh Bantuan?
Hi, ada yang bisa kami bantu?