Pandangan Umum
Pada prinsipnya ada dua fungsi penerangan, yaitu : untuk keamanan dan efisiensi kerja. Seluruh area kerja, tangga dan gang-gang yang digunakan sebagai jalur penyelamatan (evakuasi), harus diberi penerangan yang memadai. Ukuran nyala lampu dinyatakan dalam Recommended Illumination at Working Level – lux (iluminasi, lumen), atau jumlah nyala lilin, yang berlaku secara internasional. Sedangkan tiap 1 nyala lilin, kemampuan terang sinarnya kurang lebih setara dengan 0,5 watt nyala lampu pijar listrik.
Hanya beberapa lampu yang nyalanya dibuat tidak terlalu terang, yaitu misalnya lampu petunjuk jalan keluar darurat (exit door emergency light), maksudnya agar tidak menimbulkan bayangan suatu benda yang diterangi, tetapi tidak membahayakan pengguna jalannya, dalam arti orang menjadi tidak terpeleset atau tertumbuk sesuatu benda yang dapat mengakibatkan luka. Umumnya lampu darurat seperti ini hanya memerlukan kekuatan nyala 30-50 lux (lumen – nyala lilin) atau setara dengan 15 – 25 watt nyala lampu pijar listrik. Lampu darurat ini biasanya telah dilengkapi baterai kering yang menyatu dan dapat di-charge lagi (rechargable).
Pada saat ini banyak orang berpikir tentang penghematan pemakaian energi, termasuk listrik. Apalagi hasil dari energi listrik mempengaruhi dampak pemanasan global, karena listrik menghasilkan emisi karbon. Untuk mengurangi dampak negative tersebut maka sebagai alternatif perlu dipertimbangkan pemakaian lampu hemat energi.
Ada beberapa jenis lampu hemat enerji yang ada dipasaran saat ini, yaitu jenis lampu TL/ FTL (tube lamp/ fluorescent tube lamp) dan jenis CFL (compact fluorescent lamp). Kekuatan nyala lampu hemat energi tersebut jika dibandingkan dengan kekuatan nyala lampu pijar (lampu bohlam) biasa adalah berkisar 1 : 6. Sebagai contoh, sebuah lampu hemat energi berdaya 18 watt mempunyai kekuatan nyala setara dengan 100 watt lampu pijar (lampu bohlam) biasa. Sehingga bila diperbandingkan dengan ukuran nyala lilin, maka setiap 1 nyala lilin kurang lebih setara dengan 1/12 watt lampu jenis TL/FTL atau CFL.
Namun dalam perkembangannya saat ini, teknis penghematan daya nyala lampu semakin maju, sehingga dikenal jenis lampu LED (light emitting diode). Untuk setiap watt, jenis lampu ini mampu memancarkan sinar setara dengan sekitar 75 – 80 nyala lilin.
Lampu LED tidak menggunakan zat pengantar cahaya berupa uap merkuri yang menghasilkan sinar ultra violet (UV) sebagaimana halnya yang terdapat pada jenis-jenis lampu fluorescent. Karena lampu LED menggunakan material semi konduktor yang bersifat penghantar panas, sehingga jika listrik dialirkan maka enerji listrik akan menghasilkan lompatan-lompatan elektron yang menghasilkan cahaya.
Lampu-lampu hemat energi tersebut juga menghasilkan berbagai warna cahaya misalnya putih terang, putih teduh atau putih biasa yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.
[table caption] Area Kerja, Lux (Lumen Nyala Lilin), Watt Lampu Pijar, Watt Lampu TL / CFL, Watt Lampu LEDPemeriksa Mutu (QC). Spotting. Menjahit dan Pekerjaan halus, 500, 250, +/- 40, +/- 6-7
Counter, 450, 225, +/- 40, 6
Finishing. Pressing. Roll ironing. Sorter dan Checker, 300, 150, +/- 25, 4
Area Pencucian (Washing), 300, 150, +/- 25, 4
Brushing dan Pre-spotting (bak rendaman), 300, 150, +/- 25, 4
Tempat tumpukan pakaian, 300, 150, +/- 25, 4
Penerimaan dan Pengiriman cucian, 300, 150, +/- 25, 4
Tangga Naik dan Turun, 100, 50, +/- 10, 1 – 2
Gudang penyimpanan Barang, 100, 50, +/- 10, 1 – 2
Tempat menggantung Pakaian, 100, 50, +/- 10, 1 – 2
Ruang Boiler. calorifier. water softener dsb, 100, 50, +/- 10, 1 – 2
[/table]
*Berdasarkan : “Safety In Laundering Guideline”, dari “The Association of British Laundry, Cleaning and Rental Services Ltd. 1993”, yang diakui dunia internasional.
Keunggulan lampu LED :
Lampu LED atau LED Wi-fi juga dikenal sebagai Smart Light, pertama kali dikembangkan oleh para ilmuwan yang dipimpin Prof. Thomas Little di Boston University College of Engineering pada tahun 2008, Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York dan University of New Mexico, yang dibantu National Science Foundation.
Saat ini jenis lampu LED telah banyak dimanfaat oleh masyarakat luas, karena ternyata banyak mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki oleh jenis lampu lain, bahkan jenis lampu halogen sekalipun.
Keunggulan-keunggulan tersebut adalah :
-
Lebih hemat enerji antara 80% – 90% jika dibandingkan dengan jenis lampu pijar biasa.
-
Umur ketahanan nyalanya bisa mencapai 20.000 jam sampai 100.000 jam (bandingkan dengan lampu pijar biasa yang hanya bertahan maksimal 1.000 jam atau lampu halogen yang hanya bertahan sampai 10.000 jam).
-
Voltase-nya rendah.
-
Tidak mempergunakan mercuri yang merusak lingkungan.
-
Tidak mengandung sinar ultra violet (UV) yang dapat merusak benda-benda, terutama benda seni yang umumnya rentan terhadap panas dan sinar UV.
-
Panas yang dikeluarkan hanya sedikit, sehingga dapat menyejukkan ruangan serta dengan sendirinya mengurangi pemakaian AC.
-
Tidak mudah rusak atau hancur, lebih tahan terhadap getaran dan goncangan karena mempergunakan benda padat sebagai sumber pencahayaannya.
Laundry Trainer & Expert Laundry


