Benarkah Dryer Gas Dapat Menyebabkan Cucian Menjadi Kuning ?

Latar Belakang Masalah :

Masalah ini sering sekali menjadi kekhawatiran bagi para pekerja ataupun para pengusaha binatu terutama yang baru memulai karier atau usahanya dibidang ini.
Bahan bakar gas yang kita kenal ada 2 macam, yaitu :

  • 1.LPG (liquefied petroleum gas), yang dilafalkan dalam bahasa Indonesia menjadi “elpiji”, adalah gas dari minyak bumi yang dicairkan. Gas ini adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon gas alam, yang dinaikkan tekanannya dan diturunkan suhunya, sehingga berubah menjadi zat cair. Elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Salah satu risiko penggunaan elpiji ( LPG ) adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Pada awalnya, gas elpiji tidak berbau, sehingga akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan, yang baunya khas dan menusuk hidung. Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung gas. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig), sehingga kebocoran elpiji akan membentuk gas secara cepat dan mengubah volumenya menjadi lebih besar.
    Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor : 25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran.

    Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut :

    • Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar
    • Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat
    • Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder.
    • Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
    • Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati daerah yang rendah.
  • 2.LNG (liquefied natural gas) adalah gas alam cair yang telah diproses untuk menghilangkan ketidak-murnian dari hidrokarbon berat, kemudian dikondensasi sehingga menjadi cairan pada tekan atmosfer tertentu, dan dengan mendinginkannya pada suhu sekitar minus 160 Derajat Celcius (-160 Derajat Celcius). Teknologi mutakhir juga telah dapat memanfaatkan gas alam untuk air conditioner (penyejuk udara), seperti yang digunakan di beberapa bandara dan beberapa bangunan bertingkat di dunia internasional.

    Kepadatan LNG kira-kira 0,41 – 0,5 kg/ltr, tergantung suhu, tekanan, dan komposisi. Sebagai perbandingan, air memiliki kepadatan 1,0 kg/ltr.

    LNG berasal dari gas alam yang merupakan campuran dari beberapa gas yang berbeda sehingga tidak memililiki nilai panas yang spesifik.Nilai panasnya bergantung pada sumber gas yang digunakan dan proses yang digunakan untuk mencairkan bentuk gasnya.

    Secara garis besar pemanfaatan gas alam dibagi atas 3 kelompok yaitu :

    • Gas alam sebagai bahan bakar, antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap (PLTG/PLTU), bahan bakar industri ringan, menengah dan berat, bahan bakar kendaraan bermotor (BBG/NGV), sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran dan sebagainya.

    • Gas alam sebagai bahan baku, antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, bahan baku plastik (LDPE = low density poly ethylene, LLDPE = linear low density poly ethylene, HDPE = high density poly ethylene, PE= poly ethylene), PVC=poly vinyl chloride, C3 dan C4-nya untuk LPG, CO2-nya untuk soft drink, dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan bahan pemadam api ringan.

    • Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor, yakni Liquefied Natural Gas (LNG).

Penyebab Warna Pakaian Berubah :

Dari uraian diatas maka jelas sekali bahwa kedua jenis gas tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar baik dengan cara memanfaatkan api hasil pembakaran gas ataupun hanya memanfaatkan udara panas sebagai akibat dari hasil pembakaran gas tersebut.

Tidak satupun dari kedua jenis gas tersebut yang menyebutkan dampak hasil pembakarannya akan menimbulkan perubahan warna dari yang terkena udara panas hasil pembakarannya.

Yang jelas adalah bahwa beberapa penyebab cucian putih nampak kekuning-kuningan merata diseluruh permukaan bahannya adalah :

  • 1.Karena kondisi kualitas air yang banyak mengandung unsur zat besi (Fe).
    Kandungan zat besi yang terjaring pada serat benang pakaian akan menjadi gosong ketika terkena panasnya seterika, baik seterika tangan listrik, mesin garment press maupun mesin roll ironer (khusus jenis-jenis sheet, table cloth, napkin, pillow case dsb.). Demikian juga jenis-jenis cucian yang hanya perlu dikeringkan dengan mesin pengering misalnya handuk (towel-towel) dan popok bayi, akan mengalami hal yang sama akibat dari kandungan zat besi yang terjaring pada serat benangnya menjadi gosong ketika terkena panasnya mesin pengering.

  • 2.Karena kondisi air pada akhir proses pencucian (dengan mesin cuci) pH-nya masih basa.
    Karena kondisi air pada akhir proses pencucian (dengan mesin cuci) pH-nya masih basa. Seharusnya pada akhir proses pencucian pH airnya berkisar antara 5 – 6.8. Karena pada saat pakaian terkena panas (baik seterika tangan listrik, mesin press, mesin roll ironer maupun mesin pengering), maka pHnya akan menjadi normal antara 6.8 – 7.2.

Kedua hal tersebut diatas dapat menyebabkan serat benang pakaian menjadi rapuh dan cepat sekali rusak (sobek).

Sedangkan mesin pengering yang mempergunakan gas, jika kurang memperhatikan kebersihan radiator coilnya, maka akan menyebabkan cucian menjadi keabu-abuan (bukan kekuning-kuningan !). Karena sumber enerji panas (berupa udara panas) mesin dryer terdapat pada bagian atas mesin, disedot keluar melalui drum silinder (yang ada dibagian tengah mesin) oleh exhaustor vent yang ada dibagian bawah mesin. Bahan bakar gas tersebut meninggalkan debu-debu sisa pembakaran. Dan debu-debu sisa pembakaran (yang tidak tuntas dibersihkan), ikut terbawa oleh sedotan exhaustor vent tadi menempel serta mengotori cucian yang tengah dikeringkan, sehingga cucian yang dikeringkan tampak kusam keabu-abuan.

Namun sistim pembakaran gas pada coil radiator mesin dryer IPSO terdapat dibagian bawah belakang mesin, yang kemudian udara panasnya naik ke bagian atas drum (ingat : udara yang panas selalu akan keatas karena semakin ringan tidak mengandung uap air), yang selanjutnya disedot kebawah dan dibuang keluar dari sisi lain dibagian belakang mesin dryer ini. Sehingga debu hasil sisa pembakaran tidak ikut naik bersama udara panas.

Kesimpulannya :

Penyebab terjadinya cucian menjadi kekuning-kuningan bukan disebabkan oleh karena pemakaian bahan bakar gas pada mesin pengering (tumbler dryer). Karena cucian yang kekuning-kuningan lebih disebabkan oleh besarnya kandungan zat besi pada air tanah yang dipakai mencuci, atau karena bahan kimia pencuci yang dipakai mencuci belum seluruhnya netral pada akhir proses pencucian.

Editing by H. Santosa Budhi HP C.L.M, M.B.A
Laundry Trainer & Expert Laundry

Chat Now!
Butuh Bantuan?
Hi, ada yang bisa kami bantu?