Cara Menghilangkan Noda Dipakaian yang Dicuci Drycleaning Part. 2

Menghilangkan Noda

Beberapa faktor yang mempengaruhi mudahnya menghilangkan noda, yaitu :

  • Petroleum solvent
  • Aksi mekanis
  • Kecepatan cara penanganan
  • Deterjen.

Petroleum solvent adalah minyak yang sangat baik untuk menghilangkan noda-noda yang mengandung minyak dan oli, tetapi tidak akan bisa menghilangkan jenis-jenis noda yang bisa larut dengan air. Jika terlalu banyak waktu yang dihabiskan di meja spotting menghilangkan noda yang bisa larut dengan air, maka caranya harus diubah. Air yang dipakai tidak cukup untuk dapat membasahi dan menghilangkan noda yang sebenarnya dapat larut dengan air. Untuk itu ada beberapa cara yang berbeda. Pakaian itu sendiri dapat membawa kelembaban tergantung pada cuaca setempat. Bisa juga dengan menyemprotkan air ke pakaian agar menjadi lembab kemudian dibersihkan sementara masih dalam kondisi basah. Melembabkan pakaian juga dapat dilakukankan didalam mesin cuci. Gunakan deterjen setelah pakaian lembab dengan benar sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh perusahaan pemasoknya. Kelembaban yang berlebihan akan menyebabkan penyusutan pada beberapa jenis pakaian. Penghilangan noda yang baik adalah sangat tergantung pada tingkat kelembaban yang tepat.

Adalah sesuatu yang tidak mungkin menghilangkan sejumlah noda dengan hanya menggunakan petroleum solvent yang tidak jelas apakah telah bebas dari residu nonvolatile (yang tidak mudah menguap). Jika petroleum solvent tidak murni, maka penghilangan nodanya akan menjadi sulit yang diindikasikan dengan tingginya persentase noda-noda berupa goresan-goresan dipakaian.

Aksi mekanis berperan penting dalam proses penghilangan noda. Jika aksi mekanis dikurangi dengan cara memuati mesin drycleaning secara berlebihan, maka penghilangan nodanya menjadi tidak maksimal seperti yang diharapkan. Sebagai pedoman, muatan tidak lebih dari 80 % kapasitasnya agar dapat di hasilkan cucian yang sangat baik.

Ketepatan cara penanganan penghilangan noda adalah sangat penting agar noda yang telah dikeluarkan dari pakaian tidak akan menempel kembali. Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya redeposisi, maka pemakaian petroleum solvent yang disuling harus cukup banyak digunakan untuk menyiram noda agar cepat tersaring di filter mesin drycleaning. Penanganan yang tepat membutuhkan minimal satu gallon petroleum solvent per menit untuk setiap pon kapasitas mesin drycleaning sebagai pelarut.

Jika pengisian mesin memakan waktu 1 menit atau kurang yang diluapkan ke dalam tangki dasar (base tank), maka kecepatan penanganannya harus memadai supaya dapat menghilangkan noda dengan baik.
Deterjen merupakan faktor penting untuk menghilangkan noda yang efektif. Minyak drycleaning (petroleum solvent) dapat menghilangkan noda-noda dipakaian tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengapungkan noda dan menjaga agar kotoran tidak menempel lagi di pakaian jika tanpa dibantu deterjen. Petroleum solvent tidak akan bisa melarutkan noda pakaian yang bisa dilarutkan air, meskipun aksi mekanis proses pencucian drycleaning dapat mengeluarkan beberapa jenis noda yang larut dalam air.

Noda-noda yang bisa larut dengan air harus dicoba dihilangkan dengan proses pencucian drycleaning daripada menghabiskan waktu melakukan presspotting dan prosedur penghilangan nodanya. Cara menghilangkan noda dengan sistim pencucian drycleaning lebih ekonomis dan efisien biaya.

Banyak deterjen drycleaning yang punya kemampuan dapat larut bersama air juga. Ketika air dapat larut dengan petroleum solvent dan deterjen, maka molekul airnya terasa begitu lembut. Air yang larut tersebut mengandung kelompok molekul deterjen yang disebut “micelles”. Larutan air itu akan menyerap melewati filter drycleaning tanpa hambatan, dan hampir tidak ada larutan air yang terbawa pakaian yang dicuci dryclean. Jenis deterjen yang digunakan dalam pencucian dryclean adalah deterjen khusus. Adalah suatu hal yang penting bahwa persentase penentuan jumlah pemakaian deterjen harus selalu diperhatikan ketepatannya agar biaya pencucian stabil dan kualitas hasil cuci dapat selalu maksimal serta masalah pakaian yang susut dapat dicegah.

Deterjen kationik (bermuatan listrik positif) membentuk emulsi air. Jumlah pemakaian deterjen yang benar dan pengaturan tingkat kelembabannya, diaplikasikan pada setiap muatan cucian yang akan dicuci dengan mesin drycleaning.

Kesimpulan

Sejumlah faktor yang mempengaruhi penghilangan noda adalah jenis noda, tingkat kekotoran, lamanya noda tertempel di kain, petroleum solvent serta deterjen yang digunakan dan sebagainya. Untuk menghasilkan cucian yang bersih dengan tepat dan efisien, maka petugas drycleaner harus memahami masing-masing faktor.

Referensi : Majalah IFI, 1988.

Editing by H. Santosa Budhi HP CLM MBA
Laundry Trainer & Expert Laundry

1 thoughts on “Cara Menghilangkan Noda Dipakaian yang Dicuci Drycleaning Part. 2

Comments are closed.

Chat Now!
Butuh Bantuan?
Hi, ada yang bisa kami bantu?