Ada suatu “artikel aneh” tentang hal ini yang berjudul “Cara Dry Cleaning Menggunakan Steamer”. Dijelaskan dalam artikel ini bahwa steamer dipanaskan dulu sampai uapnya keluar. Selanjutnya proses penghilangan noda dan diakhiri dengan proses penyemprotan minyak “perchloroethene” ? atau disingkat PCE keseluruh bagian pakaian, khususnya menurut artikel tersebut “bagian yang sering mengeluarkan keringat seperti bagian lengan atau ketiak dan lapisan dalam jas”.
Disebut aneh karena terjadi “mal praktek” antara cara pencucian dengan jenis alat yang dipakai. Istilah “dry cleaning” adalah jenis salah satu sistim pencucian (hendaknya tidak diterjemahkan “cuci kering”). Adapun jenis-jenis sistim pencucian lainnya adalah sistim pencucian secara laundry, secara wet cleaning (pengembangan dari sistim aqua cleaning), secara ozone cleaning, secara LCO2 (liquid carbon dioxide) cleaning, secara ultra sonic cleaning, secara silicone cleaning dan sebagainya. Yang sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia adalah sisitim pencucian secara laundry, secara dry cleaning dan kini secara wet cleaning.
Sistim pencucian secara dry cleaning adalah proses pencucian dengan memakai zat cair minyak eteris yang disebut perchloroethylene – disingkat PCE, bukan “perchloroethene”, yaitu jenis petroleum solvent yang sintetis (bukan petroleum solvent alami yang berasal dari minyak bumi). Minyak PCE ini dapat menguap dan uapnya membahayakan kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit kanker. Oleh karena itu proses pencucian dry cleaning dilakukan dengan mesin khusus dry cleaning, yang dapat melakukan 4 proses kegiatan, yaitu pencucian, pemerasan, pengeringan dan destilasi atau penyulingan PCE yang kotor agar menjadi bersih sehingga dapat dipakai mencuci lagi.
Jenis bahan pakaian yang harus dicuci dry clean adalah terutama yang terbuat dari serat benang bulu hewan (bulu-bulu dari alpaca, angora, byson, unta, cashmere, catgut, chiengora, guanaco, llama, mohair, pashmina, qiviut, kelinci, ulat sutera, domba dsb.) atau campurannya. Semua serat benang yang berasal dari bulu hewan permukaannya mengandung minyak, sehingga selalu bersifat menolak air (water resistant). Oleh sebab itu maka jenis pakaian yang terbuat dari bulu hewan hanya baik bila dicuci dengan minyak, dalam hal ini perchloroethylene (PCE).
Sedangkan steamer atau vertical steamer adalah termasuk salah satu jenis alat untuk menyeterika atau menghaluskan bahan atau kain, baik berupa pakaian maupun perlengkapan rumah tangga, misalnya gorden (curtain, vitrage dan sebagainya), table skirting, cover chair dsb. Karena fungsinya adalah untuk menyeterika, tentu yang diseterika adalah cucian atau pakaian bersih yang telah dicuci.
Pada prinsipnya, berdasarkan uraian diatas jelas sekali ada ketidak-sesuaian antara sistim dan alat. Secara logika, yang namanya “mencuci”, maka harus ada zat cair dan alat untuk menampung zat cair tersebut. Sehingga yang dicuci benar-benar dapat dalam kondisi terendam dan benar-benar basah secara keseluruhannya. Bukan hanya disemprot-semprot !!!
Masyarakat harus tahu bahwa :
-
Sistim pencucian dry cleaning yang benar dan profesional adalah apabila dilakukan didalam mesin dry cleaning, dengan mempergunakan perchloroethylene (bukan perchloroethene sebagaimana yang disebut dalam “artikel aneh” tersebut). Pada proses akhir setelah pengeringan, maka jika pakaian dikeluarkan dari mesin, tidak akan tercium bau PCE, karena mesin telah mengeringkannya dengan maksimal.
-
Minyak PCE adalah jenis minyak kimia yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan manusia. Uap minyak ini yang terhirup dapat merangsang bakteri carcinogen dalam tubuh kita menjadi reaktif (carcinogenic), sehingga dapat mengakibatkan penyakit kanker. Dapat dibayangkan, betapa berbahayanya proses “dry clean” artikel aneh ini, karena PCE disemprot-semprotkan kepakaian.
-
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa harga mesin dry clean dan PCE adalah mahal. Namun melakukan perbuatan yang tidak profesional tentu akan memberikan dampak negatif yang jauh lebih luas dan beragam.
-
Perlu diingatkan kepada para pengusaha dan rekan-rekan se-profesi dibidang laundry dan dry clean, bahwa hendaknya selalu berlaku profesional dan jangan “melacurkan” profesi demi uang dengan antara lain melakukan sebagaimana yang telah dikutip dalam artikel aneh diatas. Masyarakat konsumen semakin kritis. Sementara persaingan akan semakin ketat dengan semakin banyak bermunculannya jasa usaha semacam ini. Hanya usaha jasa binatu yang profesional saja yang akan dapat eksis dan akan selalu dipercaya serta dicari konsumen.
Jika memang belum memiliki mesin dry clean, sebaiknya lakukan kerja sama saling menguntungkan dengan mitra seprofesi yang telah memilikinya.
Laundry Trainer & Expert Laundry


