Beberapa waktu lalu seorang bagian pemasaran mesinlaundry.com kedatangan salah seorang pengusaha laundry yang mempunyai masalah dengan salah satu jenis cuciannya. Cucian tersebut jenis pakaian seragam kerja, kondisinya masih baru dan belum pernah dicuci, dari salah satu pelanggannya yang mempunyai usaha jasa boga. Sepintas pakaian seragam kerja juru masak (cook jacket), tersebut terlihat mengesankan dengan perpaduan warna yang serasi putih dan merah pada bagian sekitar leher. Demikian pula bahan yang dijadikan pakaian seragam kerja tersebut tampak cukup nyaman bila dikenakan oleh karyawannya.
Namun dibalik perpaduan warna yang serasi dari bahan yang nyaman dipakai tersebut, ternyata pakaian seragam kerja itu mampu membuat pengusaha laundry tadi pusing tujuh keliling. Masalahnya adalah, setelah ia lakukan tes ketahanan warna sebelum diproses cuci (suatu hal positif yang patut diapresiasi), ternyata warna merahnya luntur. Dikhawatirkan jika diproses cuci lebih lanjut maka kelunturan tersebut akan merusak keserasian pakaian seragam kerja tersebut secara keseluruhan.
Masalah semacam ini bukan sesuatu yang baru tetapi juga sulit dihindari, karena akan selalu sering terjadi selama produsen dan perancang busana atau penjahitnya kurang berwawasan luas tentang bagaimana cara perawatan dan pemeliharaan hasil karyanya tersebut dengan benar. Umumnya mereka hanya melihat selera pasar atau selera pelanggan dari segi tampilan, perpaduan warna dan perpaduan bahan pakaian rancangannya tersebut.
Dua problema umum yang sering terjadi pada hampir semua jenis cucian 100% baru yang belum pernah dicuci adalah warna luntur atau bahannya susut. Kedua masalah ini terkait erat dengan asal serat benang dan sistim pewarnaan bahan pakaian yang digunakan.
Ada beberapa sistim pewarnaan tekstil, yaitu sistim celupan yang dilakukan sejak masih berupa serat benang, sistim cetak yaitu memberi warna atau motif dengan cara dicetakkan diatas lembaran tekstil, dan sistim sablon yaitu memberi warna atau motif dengan cara melekatkan biang warna yang diinginkan. Dari ketiganya yang terutama harus diwaspadai adalah bila sistim pewarnaan bahannya dilakukan dengan sistim cetakan atau sablon.
Jenis serat benang selulosa (katun, linen, rayon, rami dsb), yang komposisi campurannya dengan serat benang polyester lebih dominan, maka dapat dipastikan bahwa kemungkinan akan mengalami penyusutannya lebih besar.
Satu-satunya cara untuk menghindari (bila belum terjadi), ataupun menyelesaikan (bila sudah terjadi) masalah seperti tersebut diatas, adalah pakaian harus dibongkar. Artinya bahan yang warnanya luntur harus dicuci terpisah. Sedangkan bahan yang bermasalah susut, harus diganti dengan bahan dan warna yang sama. Tentu saja keduanya sangat merepotkan dan sangat beresiko.
Oleh sebab itu beberapa hal yang perlu dan sebaiknya kita lakukan sebagai profesional-profesional binatu adalah :
1.Langkah-langkah eksternal :
-
Berikan pengertian singkat dengan semacam diskusi kecil, tentang sifat-sifat berbagai jenis bahan tekstil dan sistim pewarnaannya pada para pekerja busana dan konsumennya. Antara lain sarankan sebaiknya contoh potongan bahan tekstil yang dipilih, dites cuci dulu antara 15 sampai 20 kali cuci, agar diketahui ketahanan warna serta tingkat kesusutannya. Umumnya jika bahan tekstil dominan berasal dari serat selulosa, maka akan mengalami penyusutan sekitar 2% – 4%.
-
Bina hubungan baik dengan semua pihak yang terkait dengan profesional binatu (jika perlu bentuk paguyuban lokal) sebagai forum ajang tukar informasi mengatasi segala masalah perbinatuan yang dihadapi.
-
Mengikuti pelatihan-pelatihan perbinatuan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga resmi pemerintah ataupun swasta (misalnya mesinlaundry.com).
2.Langkah-langkah internal :
-
Lakukan tindakan-tindakan pencegahan dengan menguji ketahanan warna serta tingkat kesusutan cucian, khususnya yang dicurigai akan bermasalah luntur atau susut.
-
Lakukan penanganan profesional secara khusus atas setiap cucian yang bermasalah, sesuai prosedur yang telah ditentukan. Setiap cucian yang warnanya luntur atau bahannya susut harus dicuci hanya dengan tangan secara terpisah, kemudian dikeringkan dengan cara digantung atau diangin-angin.
-
Meningkatkan kemampuan profesional karyawan secara lengkap dalam hal perbinatuan dengan cara melakukan evaluasi kerja dan pelatihan internal pada setiap periode tertentu.
Laundry Trainer & Expert Laundry


